Informasi Kredit Bank | Info Pinjaman KTA | Kredit Usaha Rakyat KUR | Syarat Pengajuan | Tabel Angsuran | Simulasi | Mirko | Ritel | TKI

Kendala dan Masalah yang Sering Dihadapi UKM dalam Proses Pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Advertisement
Advertisement
Info Kredit Bank - Program Kredit Usaha Rakyat memang diperuntukkan khusus bagi pelaku usaha skala kecil mikro. Hal ini ditujukan agar usaha yang saat ini masih dalam skala kecil mampu bersaing dan tumbuh menjadi usaha skala menengah sehingga memberikan kontribusi lebih terhadap perekonomian Indonesia.

Namun demikian cukup banyak wiraswasta yang telah melakukan permohonan kredit khususnya program KUR di salah satu bank penyalur KUR mendapatkan penolakan lantaran beberapa alasan yang tidak begitu dijelaskan oleh petugas. Persoalan ini kemudian menimbulkan pikiran negatif terhadap oknum maupun perbankan tertentu karena merasa usahanya dalam mengajukan pinjaman modal usaha dipersulit.
pengajuan-kur-ditolak
Pada kenyataannya perbankan sebagai lembaga keuangan komersial sudah pasti memiliki tujuan mencari keuntungan dari jasa mereka dalam melayani nasabahnya. Untuk itu meski bank penyalur KUR mendapatkan jatah dana yang tidak sedikit namun standart operasinal prosedur (SOP) tetap diberlakukan secara profesional dalam melakukan persetujuan kredit. Jadi tak heran jika dari sekian banyak aplikasi pengajaun terdapat beberapa permohonan yang tidak mendapatkan persetujuan. Berikut ini beberapa kendala dan masalah yang sering dihadapi UKM dalam proses pengajuan kredit usaha rakyat.

1. Usaha Kurang Produktif

Dalam melakukan persetujuan pengajuan KUR pihak Bank akan melakukan verifikasi data dan survey terhadap usaha yang menjadi objek pajak. Dalam melakukan survey tersebut surveyor dibekali kemampuan dalam menilai apakah usaha yang Anda jalankan merupakan usaha yang produktif dengan tingkat kematangan dan peningkatan di masa mendatang atau justru merupakan usaha yang tidak memiliki prospek cerah di masa yang akan datang.

Surveyor terkadang juga menanyakan omzet bulanan yang bisa Anda raih dari usaha tersebut sekaligus melakukan perbandingan dengan mellihat arus kas yang telah ada. Dengan berpedoman terhadap Standart Operasional Prosedur (SOP) petugas akan memberikan kesan dan pesan terhadap aplikasi kredit yang diajukan apakah layak mendapatkan pinjaman modal atau tidak layak karena alasan tertentu.

2. Tidak adanya Jaminan Tambahan

Bukan rahasia lagi selain objek yang terdanai sebagai agunan pihak bank juga akan meminta jaminan tambahan baik berupa BPKB motor, BPKB Mobil, maupun aset berharaga lain yang dimiliki oleh debitur seperti sertifikat tanah, rumah, ruko, dan lain sebagainya tergantung nominal kredit yang Anda ajukan.

Yang menjadi kendala utama saat ini yakni calon debitur mengira jika program KUR dapat diberikan tanpa adanya agunan sebagaimana yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah. Dalam kenyataannya pemerintah sekedar memberikan subsidi suku bunga terhadap pinjaman yang diberikan pada penerima program. Karena alasan ini kemudian pihak bank tetap meminta agunan guna menjamin keamanan uang yang mereka pinjamkan dikembalikan sebagaimana mestinya.

3. Legalitas Usaha yang Meragukan

Meski tidak semua jenis usaha dituntut untuk memperlihatkan surat ijin usaha namun jika legalitas usaha yang Anda ajukan sebagai objek kredit dirasa meragukan maka petugas bank akan lebih berhati-hati dalam memberikan persetujuan. Terlebih jika kepemilikan usaha tersebut tidak jelas misalnya milik kelompok atau rombongan.

Untuk memastikan permohonan kredit usaha Anda mendapatkan persetujuan tidak ada salahnya jika Anda melengkapi surat ijin usaha sah sebagaimana yang menjadi persyaratan dalam pengajuan pinjaman.

4. Riwayat Kredit Buruk

Permasalahan sepele namun fatal ini menjadi kendala yang tak dapat terelakkan bagi sebagai nasabah dalam mengajukan kredit usaha rakyat baik melalui Bank BRI, Mandiri, BNI, maupun perbankan lain. Jika calon debitur pernah mengalami permasalahan kredit macet baik dari pinjaman konsumtif maupun produktif maka kemungkinan permohonan tersebut disetujui sangat kecil. Pasalnya dalam melakukan verifikasi data pihak bank akan melihat rekam jejak calon debitur di dunia perbankan melalui Sistem Informasi Debitur. Untuk itu sebelum mengajukan KUR ada baiknya Anda memastikan jika tidak memiliki riwayat kredit macet atau permasalahan lain berkaitan dengan perbankan.

5. Pengajuan Nilai Kredit yang Tidak Masuk Akal

Meskipun terdapat limit maksimal dalam pengajuan pinjaman misalnya KUR mikro dengan plafon maksimal Rp 25 Juta namun Anda tetap wajib mempertimbangkan pengajuan pembiayaan sesuai dana yang Anda butuhkan saat itu. Jangan sampai Anda gagal hanya karena nilai pengajuan yang tidak masuk akal.

Kelima kendala dan masalah yang kerap dihadapi UKM dalam proses pengajuan kredit usaha rakyat (KUR) di atas sebenarnya dapat disiasati sejak awal oleh calon debitur. Dengan demikian permohonan KUR Anda baik melalui Bank Mandiri, BRI, BNI, maupun perbankan lain dapat disetujui tanpa kendala.
Advertisement
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Ditulis oleh: Admin Utama Updated at : 5:32 AM

Related : Kendala dan Masalah yang Sering Dihadapi UKM dalam Proses Pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR)